Di saat ini aku berjalan dalam ruang hampa diriku sendiri...
merajut apa yang terbaik dalam diri ini...
mengulang segala keheningan yang telah kosong...
berjuta arti dalam hidup tak berarti dalam kata maaf...
segala keperihan ku untai dalam perangaiku yang rapuh...
apalah arti hadirmu dalam hati...
Jika arti sahabat tak bermakna dalam relungmu..
Betapa sakit hati ini saat rangkaian itu mengalirdalam rajutanku...
Hanya tetes surgawi mengalir duniaku...
Telah pergi...
Dan tak mungkin menyatu...
Terus pergi dan pergi...
Kamis, 24 Januari 2008
Langganan:
Postingan (Atom)